Intelmedia.co Dewan pimpinan pusat organisasi Peo Gibran sudah terbentuk dan saat ini sedang mempersiapkan deklarasi sambil menunggu terbitnya...
Intelmedia.co Jumat 21/3/2025 banyak Isyu miring tentang pendidikan Firdaus oiwobo yang berseliweran di media sosial,namun setelah team media...
Intelmedia.co pendaftaran seleksi ketua pemberantasan korupsi  atau kpk sudah di mulai, dan beberapa calon telah mendaftarkan diri...
14 September 2016 | Dibaca: 2889 Kali
KISRUH DI KERAJAAN GOWA MENGUNDANG BANYAK TANGGAPAN DARI KELUARGA KERAJAAN DINUSANTARA

M.FIRDAUS OIWOBO,SH keluarga kerajaan

 

Tangerang,Intelmedia.co-Pasca bentrok antara pasukan kerajaan Gowa dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang diduga dibantu  sekelompok preman, membuat mencekam sekitar Istana Balla Lompoa, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sungguminasa Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Sejatinya, bentrokan ini merupakan buntut dari konflik keluarga Kerajaan Gowa dengan keluarga bupati setempat yang berujung dengan penobatan sepihak Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichan Yasin Limpo sebagai Raja Gowa berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Hal ini ditentang oleh berbagai kalangan lantaran bupati bukan berasal dari garis keturunan Raja Gowa apalagi sebagai pewaris tahta kerajaan. 

 

Keperihatinan terkait bentrokan antara keluaraga Kerajaan Gowa dengan Bupati, banyak pihak menilai atas apa yang dilakukan oleh bupati. Salah satunya datang dari M.Firdaus Oiwobo,SH.

 

Menurutnya cara yang dilakukan oleh Bupati, sangat tidak elok dan kurang satun.

 

“Tahta atau keturunan kerajaan itu sudah ada garisnya. Jika seorang bupati mengaku dan mengangkat dirinya sebagai Raja ini sangat tidak elok,” kata Firdaus di ruang kerjanya di bilangan Tangerang.

 

"Jangan demi kekuasaan bupati menghalalkan segala cara.“lanjutnya,Dengan mengerahkan Satpol PP dan Preman untuk menyerang Istana Kerajaan. Ini sangat memalukan dan mencoreng nama kerajaan,mereka harusnya tau bahwa lingkungan Kerajaan itu sangat terhormat bahkan sakral. Anehnya hal ini di obok-obok oleh orang diluar istana kerajaan,”geram Firdaus, Buyut dari OMPU SULU Panglima Perang Kesultanan Bima Nusa Tenggara Barat. 

 

Ia, menilai atas sepak terjang Bupati yang telah membuat kegaduhan serta menyerang kerajaan sudah menyalahi aturan dan diduga melanggar hukum.

 

“Ini  merupakan kejahatan luar biasa, apa yang dilakukan oleh bupati menurut kami sudah melanggar hukum. Dengan mengerahkan Satpol PP dan Preman untuk menyerang Kerajaan. Ini Sungguh bertentangan dengan hukum adat istiadat di Negara ini, seperti kita ketahui bahwa Negara ini adalah Negara hukum,dan kita wajib tau bahwa peran kerajaan dalam memerdekaan bangsa ini pun sangatlah besar

"Keturunan kami sebagai pemangku amanah pemimpin kerajaan sangatlah pahit dalam mewujudkan proses pembentukan negri ini,jadi tolong jangan semena semena terhadap keluarga besar kerajaan,Kami berharap agar bupati dapat diproses secara hukum,”tutur Firdaus yang juga ketua Umum LSM KPK. 

 

Namun demikian, Firdaus dan Lembaga Bantuan Hukum LSM KPK, siap jika dibutuhkan dalam pembelaan untuk pihak keluarga kerajaan Gowa. 

 

“Kami siap menjadi tim pembela pihak kerajaan Gowa apabila dalam kasus ini dibawa keranah hukum,”pungkas Firdaus (JWD#)

 

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email : info@intelmedia.co