Intelmedia.co Dewan pimpinan pusat organisasi Peo Gibran sudah terbentuk dan saat ini sedang mempersiapkan deklarasi sambil menunggu terbitnya...
Intelmedia.co Jumat 21/3/2025 banyak Isyu miring tentang pendidikan Firdaus oiwobo yang berseliweran di media sosial,namun setelah team media...
Intelmedia.co pendaftaran seleksi ketua pemberantasan korupsi  atau kpk sudah di mulai, dan beberapa calon telah mendaftarkan diri...
14 Februari 2021 | Dibaca: 1836 Kali
Pembongkaran Minyak Kapal TRANSKO ANTASENA Dermaga BBM Bima Diduga Meresahkan Warga

Kota Bima ~ Intel Media Bima ~ Pembongkaran Minyak di Dermaga Bahan Bakar Minyak, (BBM) Di Lingkungan Wadu Mbolo, Kelurahan Dara Kecamatan Rasbar Kota Bima, Nusa Tenggara Barat yang terjadi sejak Jum'at, (12/2/2021).


Diduga tak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena, saat pembongkaran minyak dari Kapal Tanker TRANSKO ANTASENA, ke PT. Pertamina Bima tersebut, tak terlihat Oil Boom sebagai perangkap minyak guna mengantisipasi masuknya minyak hitam yang bisa mencemari air laut, seperti yang terjadi di beberapa pelabuhan di Indonesia belakangan ini.


Selain Oil Boom, pihak PT. Pertamina Bima juga tak menyediakan alat pemadam saat pembongkaran terjadi. Hal tersebut dinilai melanggar ketentuan SOP, karena dikhawatirkan adanya ancaman kebakaran saat sedang membongkar minyak.


"Seharusnya Oil Boom terpasang di sekeliling kapal saat membongkar minyak di lokasi Dermaga Bima. Jangan sampai minyak tumpah dan mencemari lingkungan, "kata seorang warga yang Enggan mau dikorankan namanya.


Selama ini, lanjut Dia, setiap ada bongkaran minyak di Dermaga Bima, pihak PT. Pertamina Bima harus selalu menyalahi ketentuan SOP. Hal tersebut Dampak menjadi kekhawatiran Bagi warga sekitar yang tinggal tak jauh dari Pertamina Bima tersebut. 


"Sebagai Warga disekitarnya, Meminta Pihak Pertamina Bima, juga sekaligus penyedia jasa perusahaan, seharusnya mengantisipasi semua ketentuan SOP yang ada. Jika saja terjadi tumpah minyak di laut, tentu akan berdampak pada lingkungan dan tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada semua laut dan akar merugikan kami semua sebagai Nelayan protes warga," tuturnya.


Detailnya, Oil Boom digunakan untuk perlindungan dari tumpahan minyak, defleksi, dan lokalisasi minyak yang tumpah untuk mencegah kerusakan lingkungan laut lebih lanjut serta berdampak luas.


"Tumpahan minyak sendiri, kata Warga, dapat disebabkan oleh kesalahan pada tingkat produksi, transfer, kecelakaan kapal pengangkut minyak seperti Kapal Tangker TRANSKO ANTASENA sekarang," tutupnya. (Red/IMB/01).


Sembari Menunggu Tanggapan Pihak PT Pertamina Bima. Berita Ini ditayangkan oleh Intel Media Bima/intelmedia.co.

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email : info@intelmedia.co