Proyek BWS Irigasi Disanggar Tidak Memberikan Azas Manfaat Disektor Pertanian
Bima ~ Intel Media Bima ~ Pada awalnya proyek irigasi yang dikerjakan oleh dinas PUPR Kabupaten Bima diwilayah Kecamatan Sanggar tepatnya didesa Kore, desa Sandue dan desa Taloko sangat menyenangkan warga karena areal persawahan yang selama ini terkenal dengan istilah areal tadah hujan bisa berubah menjadi areal produktif.
Akan tetapi setelah proyek irigasi sudah selesai dikerjakan maka seketika itu juga warga merasa kecewa karena keberadaan proyek irigasi itu tidak memberikan azas manfaat disektor Pertanian.
Arifudin warga desa Sandue yang dikonfirmasi awak media dirumahnya,16 Pebruari 2021 merasa sangat kecewa dengan hasil pekerjaan irigasi diwilayah desa Sandue karena tidak memberikan azas manfaat disektor Pertanian.
Dia mengatakan saluran air direhab mulai dari lokasi Dembi Dodo sampai dilokasi gedung pengeringan jagung desa Sandue. Dilokasi itu juga dibuatkan tanggul dalam posisi tidak bersambungan melainkan sekian meter dikerjakan lalu loncat lagi kelokasi yang lain.
Saluran dan tanggul yang dibuat terlihat keren tetapi hanya berfungsi sebagai tempat mengalirnya banjir kecil saja sementara untuk merubah status lahan tadah hujan menjadi lahan produktif masih mimpi bisa terwujud karena tidak ada saluran yang dibuat menuju areal persawahan.
Apabila berpedoman kepada saluran air yang dibuat oleh PNPM beberapa tahun yang lalu maka sangat tidak mungkin bisa mengalir air menuju areal persawahan karena dilokasi itu sudah penuh dengan lumpur dan tidak direhab disaat mengerjakan saluran irigasi oleh pihak pelaksana.
Pada hari yang sama tapi dilokasi yang berbeda, Umar Sulaiman, SH warga desa Sandue angkat bicara terkait keberadaan saluran irigasi yang dikerjakan oleh PUPR Kabupaten Bima melalui pihak kontraktor yang sudah menjadi mitra kerja. Dia mengatakan saluran irigasi yang dikerjakan sepanjang kurang lebih satu kilo meter itu tidak ada manfaatnya karena air tidak bisa mengalir sampai keareal persawahan.
Jika pintu air yang rusak disamping rumahnya Udin diperbaiki kembali maka besar kemungkinan air yang mengalir dilokasi saluran air yang telah dibuat bisa mengalir lancar menuju keareal persawahan karena sudah ada dasar acuhan. "Survei lokasi sepihak sehingga hasilnya sangat mengecewakan,"ujarnya.
Hasil pantauan awak media,pertama pada tanggal 3 September 2020 mulai mengerjakan proyek pembangunan/peningkatan dan rehab irigasi didaerah Irigasi Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.Sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAU) dengan nilai RP 1.257.500.000. Pihak pelaksana CV. Salfah Pratama dengan alamat RT 11/05 Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima.
Item pekerjaan terdiri dari pekerjaan Lanco dan penguatan tebing didesa Kore. Galian sedimentansi saluran 2 km lebih, tanggul 550 meter dan talang apus didesa Sandue. Untuk desaTaloko mengerjakan sayap Dam dan tanggul penahan banjir.
Kedua, sejak awal kegiatan sampai selesai tidak terlihat ketua pelaksana dari pihak kontraktor. Yang rutin ada selama aktivitas berlangsung hanya pengawas yang mengaku ASN dari dinas PUPR Kabupaten Bima dan pegawai pengairan Kecamatan Sanggar.
"Sebagai bahan masukan untuk dinas terkait agar segera turun kelokasi untuk melihat pekerjaan irigasi yang sebenarnya. Demikian pula halnya dengan Kadis Inspektorat harus turun kelokasi irigasi yang sudah dikerjakan agar bisa tau persis hasil pekerjaan yang tidak memberikan azas manfaat disektor pertanian," Pungkasnya Dahlan. (IMB. Red)