Intelmedia.co Medan-SUMUT (27/1/2017). Ratusan masa umat Islam Kota Medan berkumpul di depan Gedung DPRD SUMUT untuk menyampaikan aspirasi terkait kriminalilasi terhadap ulama dan bangkitnya PKI di INDONESIA . Dan Berbagai ormas Islam menyampaikan orasi di hadapan ratusan polisi yang mengawal jalannya aksi. Ust. Zulkarnain mengatakan Komunis telah masuk di suatu partai yang sekarang mengusung Nasakom. Partai itu telah mempengaruhi kebijakan pemerintah. Kemudian Ustadz Zulkarnain menanyakan kepada masa, tentang partai tersebut. "Partai apa yang mendukung komunisme di Indonesia?" kemudian masa setentak menjawab " PDIP". Lalu ratusan masa menyambung teriakan dengan kalimat "bubarkan PDIP". Ketua KNPI sumut, Sugiat Santoso tidak kalah garangnya. Sugiat membeberkan bukti kebangkitan PKI, salah satunya dengan yakni dengan munculnya simbol PKI baik di kaos, di spanduk, di media sosial maupun di yang baru. Sugiat mempertanyakan sikap LUHUT binsar Panjaitan yang mengganggap munculnya logo PKI itu hanya trend anak muda semata. Masa diterima langsung oleh anggota Dewan dari PKS, Burhanuddin dan Ondin dari PAN. Dalam penyampaiannya ondin mengatakan akan berada di barisan paling depan membela kepentingan Islam "Jangan ragukan komitmen saya kepada Islam, saya akan berada di barisan terdepan membela Ulama dan Islam". Sementara itu, Burhanuddin mengatakan kepada pemerintah untuk tidak main-main dengan Umat Islam. "Pemerintah Jokowi jangan main-main dengan umat Islam, Aksi 411, 212 cuma pemanasan, kami umat Islam siap berdara-darah untuk kemulian Islam". ungkap Burhanuddin yang di jawab masa dengan teriakan takbir. Kemudian masa membakar bendera PKI sebagai simbol penolakan terhadap PKI.
Jadi kami sebagai umat islam sekaligus mewakili dari saudara dan menyampaikan aspirasi masyarakat medan tentang logo PKI sebagai umat muslim di medan meminta PDIP harus di bubarkan, karena partai tersebut di duga melindungi
Intelmedia.co Medan-Sumut (SMH)